Debat Pilkada Bandarlampung, Utang Pemkot Jadi Sorotan

0
199

KINNI.ID, BANDARLAMPUNG – Reihana menyoroti tata kelola pemerintahan Kota Bandarlampung dengan utang ratusan miliar rupiah dalam debat publik Pilkada Bandarlampung 2024, Senin (28/10/2024) malam, di Ballroom Emersia.

Calon Wali Kota Bandarlampung Nomor Urut 1 ini mengungkap kewajiban Pemkot Bandarlampung sebagai respon atas tata kelola pemerintahan yang disampaikan Paslon Nomor Urut 2 Eva Dwiana -Deddy Amarullah.

Calon Wakil Wali Kota Bandarlampung Deddy Amarullah menuturkan strategi tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan sudah dilakukan. Diketahui Paslon Nomor Urut 2 merupakan calon petahana di Pilkada Bandarlampung 2024.

“Pertama harus ada keterbukaan, kedua ada kepastian hukum, ketiga mendahulukan kepentingan umum, keempat profesionalitas dan akuntabilitas,” ujar dia.

Deddy menegaskan keempat hal tersebut sebagai landasan utama dalam pelayanan publik agar pemerintahan berjalan baik.

Sementara Calon Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana menambahkan pihaknya juga sudah memberikan beasiswa S1 dan S2 bagi ASN Pemkot Bandarlampung untuk meningkatkan kualitas SDM.

“Dan harapan kita dengan SDM kami lebih baik, pelayanan kami juga akan lebih lagi kepada masyarakat,” kata dia.

Paslon Nomor Urut 1 menimpali pernyataan Paslon Nomor Urut 2. Calon Wali Kota Bandarlampung Nomor Urut 1 Reihana menyoroti tata kelola pemerintahan yang dijalankan Paslon Nomor Urut 2.

“Menurut data yang kami punya, utang Pemerintah Kota Bandarlampung pada tahun 2023 dengan total Rp396 miliar yang terdiri dari utang Belanja Rp285,3 miliar, dan utang kepada pemerintah pusat dari PT Sarana Multi Infrastruktur ada Rp110,8 miliar,” ungkap dia.

Sementara itu, lanjut Reihana, utang Pemerintah Kota Bandarlampung pada tahun 2022 dengan total Rp505,5 miliar yang terdiri dari utang Belanja Rp357,7 miliar dan utang kepada pemerintah pusat PT Sarana Multi Infrastruktur Rp147,8 miliar.

BACA JUGA :   Gas PGN Bantu UMKM Lampung Hemat Ratusan Juta

Menurut dia, tata kelola pemerintahan yang baik menjadi kunci dalam pengelolaan utang pemerintah daerah yang efektif dan berkelanjutan.

“Dengan gambaran kondisi yang demikian, bagaimana anda bisa memperbaiki agar utang-utang itu bisa segera diselesaikan?” Kata Reihana.

Eva Dwiana merespon utang-utang Pemkot Bandarlampung yang diungkap Reihana pada segmen berikutnya.

“Kalau masalah utang, pemerintah pusat dan pemerintah provinsi ‘aja utangnya banyak. Dan kita untuk membangun itu biayanya banyak. Tapi, alhamdulilah untuk di Kota Bandarlampung, secara bertahap, utang yang ada sudah kami tuntaskan semuanya,” ujar Eva Dwiana.

*Meyakinkan Pemilih*

KPU Bandarlampung memfasilitasi debat publik antar-Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandarlampung 2024 di Ballroom Emersia, Senin (28/10/2024) malam.

Acara debat publik perdana ini mengusung tema “Tata Kelola Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat” dan disiarkan secara langsung oleh media partner yang ditunjuk KPU Bandarlampung, dan kanal YouTube Sebesi Channel KPU Kota Bandarlampung.

“Kami menetapkan tema utama debat publik pertama yaitu ‘Tata Kelola Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat’ dengan tiga subtema,” kata Ketua KPU Kota Bandarlampung Dedy Triyadi.

Debat perdana ini membahas tiga subtema penting terkait Tata Kelola Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat. Tiga subtema tersebut meliputi:

1. Manajemen Keuangan Daerah
Bagaimana cara mengelola anggaran negara agar efektif digunakan demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat?

2. Inovasi Pembangunan Infrastruktur
Apakah ada rencana pembangunan infrastruktur yang strategis untuk meningkatkan konektivitas dan fasilitas publik?

3. Program Perlindungan Sosial
Bagaimana paslon akan menyampaikan program perlindungan sosial yang lebih baik demi meningkatkan taraf hidup masyarakat kurang mampu?

Debat antarkandidat berlangsung sekitar 140 menit terbagi dalam enam segmen yaitu Pembukaan, pembacaan tata tertib dan penyampaian visi, misi, dan program; Pendalaman visi, misi, dan program oleh moderator; Pendalaman visi, misi, dan program oleh moderator; Tanya jawab dan sanggahan antar Pasangan Calon; Tanya jawab dan sanggahan antar-Pasangan Calon; Penutup.

BACA JUGA :   Pesilat Daerah Dominasi Lampung Open 2025

Dedy Triyadi mengatakan pihaknya juga telah menetapkan Tim Perumus sebagai Tim Panelis debat yakni Dr Saring Suhendro (Universitas Lampung), Bayu Sujatmiko SH MH (Universitas Lampung), Prof Siti Fatimah (UIN Raden Intan Lampung), Iwan Satriawan SH ΜH (Universitas Lampung), Dr Fitri Yanti (UIN Raden Intan Lampung).

KPU berharap masyarakat dapat menilai kemampuan pasangan calon yang akan memimpin kota ini lima tahun ke depan, usai pelaksanaan debat publik.

“Jadi pemilih kami harapkan mampu menilai program, visi, kemampuan yang mereka sampaikan dalam debat publik perdana Pilkada 2024 Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandarlampung,” kata Dedy.

Menurut dia, secara keseluruhan kedua paslon bisa menyampaikan visi dan misinya dengan baik, sehingga apa yang diharapkan bahwa debat ini tidak hanya sebagai tontonan dapat terealisasi.

“Kami memang harapkan debat ini tidak hanya sekedar tontonan tapi ada juga nilai edukasi dan pendidikan politiknya. Hal itu ditujukan oleh kedua pasangan calon Reihana-Aryodhia dan Eva-Deddy,” ujar dia. (Kn/*)

Facebook Comments