Reses di Labuhan Dalam, Aprilliati Sapa Komunitas Sahabat Difabel Lampung

0
221

Kinni.id, Bandar Lampung – Menjalankan fungsi sebagai Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung, Aprilliati menggelar agenda reses bersama masyarakat kelurahan Labuhan Dalam, kecamatan Tanjung Seneng, Kota Bandarlampung.

Reses yang digelar oleh Aprilliati anggota DPRD Provinsi Lampung dapil Bandarlampung ini juga dihadiri oleh masyarakat dan komunitas Sadila (Sahabat Difabel Lampung) yang ada di Kelurahan Labuhan Dalam.

Etik Mutmainah yang merupakan Ketua Sahabat Difabel Lampung menyampaikan aspirasi mereka untuk adanya perhatian pemerintah terhadap kaum difabel.

“Kita berharap kaum difabel tidak lagi ada diskriminasi, mendapatkan hak-hak yang sama mulai dari hak pendidikan, sosial, kesehatan dan lainnya dapat menjadi perhatian oleh pemerintah,” ucap Etik, Minggu (26/02/23).

Kemudian Etik juga memotivasi untuk masyarakat yang memiliki anak atau keturunan disabilitas untuk tetap semangat.

“Sampai saat ini kita memiliki enam puluh disabilitas yang menjadi binaan kita, untuk orang tua yang memiliki anak disabilitas tetap semangat, jangan menyerah kalau lelah boleh gabung ke komunitas Sadila banyak ayah-ayah dan ibu-ibu hebat,” tambahnya.

Menyikapi hal tersebut, Aprilliati anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung juga menyampaikan melalui perda yang sudah disahkan oleh DPRD Provinsi Lampung terkait disabilitas akan mendorong dinas terkait agar lebih memperhatikan kaum difabel.

“Nanti saat rapat dengar pendapat bersama dinas sosial kita akan menanyakan sejauh mana implementasi dari perda disabilitas supaya anak-anak difabel ini juga mendapatkan hak-haknya,” ucapnya.

Aprilliati juga mendukung adanya Sabila (Sahabat Difabel Lampung) dimana yang anggotanya merupakan anak-anak remaja yang merelakan waktu, tenaga dan kesabarannya untuk membina kaum difabel.

“Saya sangat mendukung komunitas Sabila ini, anak-anak remaja yang dengan ikhlas untuk menjadi pengasuh, pendamping, dan motivator bagi anak-anak disabilitas. Supaya dapat diperkerjakan di cafe, kemudian bisa membuat kerajinan-kerajinan tangan,” tegasnya.

Facebook Comments