HUT Ke-64 PWRI, Wagub Jihan Ajak Purna Tugas Terus Berkontribusi untuk Lampung

0
20

KINNI.ID, BANDAR LAMPUNG — Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengajak para purna tugas yang tergabung dalam Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah. Pengalaman dan keteladanan para purna tugas dinilai penting dalam menyiapkan sumber daya manusia dan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

Hal itu disampaikan Jihan saat menghadiri peringatan HUT ke-64 PWRI di GSG Karya Bhakti Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Bandar Lampung, Senin (27/7/2026).

Dalam sambutannya, Jihan mengatakan, keberadaan para lansia yang tetap aktif dan berdaya melalui PWRI menunjukkan bahwa proses pengasuhan moral dan estafet pembangunan daerah dapat terus berjalan pada koridor yang tepat.

“Melihat Bapak Ibu sekalian tetap aktif, berdaya, dan sehat mengobati kekhawatiran saya. Masa depan anak-anak Lampung hari ini perlu kita susun dan kawal bersama. Pengalaman serta teladan dari para purna tugas adalah kunci agar generasi penerus kita dapat tumbuh lebih baik dan siap menyongsong masa depan” ungkapnya.

Jihan juga menyampaikan apresiasi dan rasa hormat atas rekam jejak pengabdian para pensiunan pegawai negeri sipil (PNS), TNI, dan Polri yang tergabung dalam PWRI. Menurutnya, PWRI menjadi bukti nyata bahwa komitmen para abdi negara tidak dibatasi usia.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung dan atas nama pribadi, saya mengucapkan selamat hari ulang tahun PWRI yang ke-64 tahun. Bukan suatu perjalanan yang singkat, 64 tahun berarti sudah hampir sama dengan usia republik ini. Tentu banyak rekam jejak dan prestasi yang sudah diukir. Ini adalah suatu pembuktian komitmen bahwa para ASN/pensiunan yang ada di wilayah Republik Indonesia yang tergabung di PWRI, betul-betul harga mati mengabdikan diri kepada Republik Indonesia” tegasnya

BACA JUGA :   Tim Sidak Polres Tubaba Temukan Timbunan Minyak Goreng di Gudang

Jihan menilai PWRI juga memiliki peran penting sebagai ruang pengabdian bagi para purna tugas. Keberadaan organisasi tersebut dinilai dapat membantu mencegah post-power syndrome, yakni kondisi yang dapat memengaruhi kesejahteraan mental dan fisik setelah seseorang memasuki masa pensiun.

Sebagai bentuk pelibatan purna tugas dalam pembangunan daerah, Jihan memastikan Pemerintah Provinsi Lampung membuka ruang bagi para senior Wredatama untuk memberikan masukan dalam perumusan kebijakan.

“Kami memberikan ruang sangat terbuka untuk para pensiunan PWRI untuk bisa memberikan masukan, insight, nasihat, dan pemikiran dari Bapak Ibu sekalian yang tentunya memiliki pengalaman yang lebih baik, lebih panjang dari kami hari ini, untuk bisa sama-sama membangun Lampung menuju Indonesia Emas” ujar Wagub Jihan.

Jihan juga mengapresiasi berbagai program PWRI yang dinilai mampu menjaga produktivitas dan kemandirian para lansia. Salah satunya Sekolah Tinggi Lansia dengan sistem batch yang disebut setara S1 dan S2, dengan materi meliputi kesehatan fisik, kesehatan jiwa, keagamaan, dan kewirausahaan.

Selain itu, PWRI menjalankan sejumlah program ekonomi kreatif, seperti pembuatan kerajinan sangkar burung (tumbung manuk), program pertanian alam yang bekerja sama dengan pengusaha lokal, serta kegiatan senam bersama.

Peringatan HUT ke-64 PWRI juga diisi berbagai kegiatan olahraga, hiburan, dan sosial kemasyarakatan. Kegiatan tersebut meliputi jalan sehat yang diikuti peserta hingga usia 77 tahun, lomba catur, tenis meja, karaoke, paduan suara, permainan tradisional terompah lansia, dan joget heboh.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan aksi bakti sosial ke sejumlah panti asuhan.

Ketua PWRI Provinsi Lampung Herman Hasanusi mengajak seluruh anggota PWRI untuk terus mendukung pemerintah dalam pembangunan daerah.

“Sepanjang hayat dikandung badan, kita harus membantu pemerintah sekuat tenaga. Kalau tidak bisa pakai uang, gunakan tenaga, pikiran, serta saran dan pendapat kita untuk membangun daerah dan menyejahterakan rakyat” tegasnya.

BACA JUGA :   Pemprov Lampung Bahas Persiapan Peringatan HUT ke-77 Republik Indonesia

Peringatan HUT ke-64 PWRI ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh Jihan yang kemudian diserahkan kepada Herman Hasanusi. Acara dilanjutkan dengan pengumuman pemenang berbagai perlombaan dalam rangkaian perayaan HUT PWRI. (Kn/*)

Facebook Comments