Video Viral yang Dikaitkan dengan Narkoba Ternyata Bermuatan Edukasi

0
48

KINNI.ID, BATAM – Sebuah video yang beredar luas di media sosial dan diunggah akun Cyberbatam sempat menjadi perhatian publik. Video tersebut memunculkan berbagai persepsi karena beredar tanpa disertai narasi maupun penjelasan yang utuh mengenai konteks pembuatannya.

Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video tersebut bukan merupakan ajakan atau promosi penyalahgunaan narkoba. Video itu diketahui merupakan karya seorang kreator konten yang dibuat sebagai media edukasi untuk mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai bahaya narkoba.

Konten tersebut sengaja dikemas dalam bentuk adegan peran agar pesan yang ingin disampaikan lebih mudah diterima oleh masyarakat. Model penyampaian semacam itu kerap digunakan dalam kampanye sosial sebagai upaya meningkatkan kesadaran publik terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika.

Salah seorang aktor yang terlibat dalam pembuatan video itu membenarkan bahwa dirinya diminta untuk memerankan adegan tertentu sebagai bagian dari pesan edukatif yang ingin disampaikan.

“Iya benar, saya memang dipakai untuk berperan dalam video tersebut. Tujuannya bukan untuk mengajak atau mengenalkan narkoba, tapi justru memberikan pesan agar anak muda menjauhi narkoba,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Menurut dia, video yang awalnya dibuat sebagai kampanye sosial tersebut kemudian dipotong oleh pihak tertentu dan diunggah kembali tanpa menyertakan konteks yang sebenarnya.

“Sayangnya video itu dipenggal dan disebarkan tanpa penjelasan, sehingga bisa menimbulkan kesalahpahaman. Padahal maksud awalnya adalah menyampaikan pesan bahaya narkoba,” katanya.

Ia berharap masyarakat tidak terburu-buru menilai suatu konten hanya berdasarkan potongan video yang beredar, melainkan memahami terlebih dahulu tujuan serta pesan yang ingin disampaikan pembuatnya.

“Harapannya generasi muda semakin sadar bahwa narkoba sangat berbahaya dan harus dijauhi,” tambahnya.

Dengan adanya klarifikasi tersebut, masyarakat diimbau lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi di media sosial. Sikap kritis dan kehati-hatian dinilai penting untuk mencegah munculnya kesalahpahaman yang berpotensi merugikan pihak lain. (Iw/*)

Facebook Comments
BACA JUGA :   Dalam Sepekan, Promo Tambah Daya Listrik PLN Diserbu Hampir 30 Ribu Pelanggan