Kinni.id, Batam – Hampir satu tahun kepemimpinan Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra menunjukkan kemajuan pesat di sektor infrastruktur. Namun, di sisi lain, persoalan pengelolaan sampah masih menjadi polemik yang belum terselesaikan hingga kini.
Penumpukan sampah di berbagai lokasi di Batam dinilai merusak estetika kota, mengganggu kesehatan masyarakat, serta mencerminkan lemahnya tata kelola lingkungan. Kondisi tersebut memicu pertanyaan warga karena masalah sampah tak kunjung menemukan solusi.
Sebagai kota modern sekaligus destinasi wisata, Batam dinilai belum mampu menangani persoalan sampah secara optimal. Sampah masih terlihat berserakan di sejumlah kawasan permukiman, khususnya di wilayah Batam Center. Warga mengeluhkan sampah yang berminggu-minggu tidak diangkut.
Salah seorang tokoh masyarakat di Batam Center yang ditemui media ini, Jumat (9/1/2026), menyampaikan keluhannya terkait kondisi tersebut.
“Lingkungan tempat tinggal kami tuh pada tahun 2024 sampah diangkut 1x dalam seminggu bahkan pernh 2x dalam seminggu tapi belakangan ini 2x seminggu baru sampah diangkat,itupun udah kami teriak² dulu ke lurah atau camat baru di angkat,
Padahal Pak walikota udah berjanji sampah di kota Batam akan bersih di tahun 2026,Tapi apa kenyataanya,Sama aja,GK ada perubahan sama sekali.”
Tokoh masyarakat yang akrab disapa Pak Reymon itu berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar persoalan sampah tidak terus berlarut-larut dan merugikan warga. (iw)



