Disperindag Awasi Penyalahgunaan Gas Subsidi

0
760

KINNI.ID, BATAM – Sejumlah pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) di Kelurahan Sadai, Kecamatan Bengkong, Kota Batam, mengeluhkan sulitnya memperoleh gas elpiji 3 kilogram dalam beberapa hari terakhir.
“Sekarang agak susah gas elpiji 3 kilogram, Bang,” ujar seorang pedagang kepada wartawan, Senin (15/9/2025).
Menurut dia, beralih ke tabung non-subsidi 5,5 kilogram bukan pilihan karena harga jual makanan otomatis ikut naik.
Gas elpiji 3 kilogram sejatinya diperuntukkan khusus bagi rumah tangga dan usaha mikro. Namun, di lapangan ditemukan adanya penyalahgunaan.
Hasil penelusuran di kawasan Pasir Putih, Kecamatan Batam Kota, menunjukkan adanya salah satu usaha laundry yang menimbun ratusan tabung gas elpiji subsidi 3 kilogram.
Menanggapi temuan tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, menegaskan bahwa elpiji subsidi hanya boleh digunakan sesuai peruntukan.
“Gas subsidi 3 kilogram tidak boleh dipakai untuk usaha seperti laundry. Jika tetap membandel menggunakan gas melon, akan kami tindak tegas. Termasuk pihak yang menyuplai gas 3 kilogram ke laundry, juga akan kami tindak,” ujarnya.
Sebelumnya, Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Batam, Hanif Pradipta Nur Shalih, memastikan penyaluran gas elpiji 3 kilogram di Batam berjalan aman dan lancar.
“Saat ini Insya Allah aman dan lancar Pak, tidak ada kendala,” kata Hanif.
Ia menambahkan, rata-rata pasokan elpiji 3 kilogram dari Tanjung Uban ke Batam mencapai sekitar 140 metrik ton per hari.
“Untuk penyaluran gas elpiji 3 kilogram di Kota Batam selama sebulan terakhir lebih 1,2 juta tabung,” kata Hanif. (Iwn)

Facebook Comments
BACA JUGA :   IKAP PDI Perjuangan Harus Tegak Lurus dengan Partai