Midi Iswanto Kembali Jabat Ketua Perpadi Lampung

0
402

KINNI.ID, BANDARLAMPUNG – 15 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) solid memilih kembali Midi Iswanto sebagai Ketua DPD Perpadi Lampung.

Hal itu terungkap dalam musyawarah daerah (Musda) Perpadi Lampung tahun 2024, yang digelar di Emersia Hotel & Resort. Diketahui, di hari yang sama, 15 DPC Peradi di Lampung baru saja dilantik sepakat menyerahkan tampuk kepemimpinan Perpadi Lampung kembali dipegang oleh Mantan Anggota DPRD Provinsi Lampung itu.

“Alhamdulillah, semua kader solid, semua DPC di 15 kabupaten/kota solid. Saya berterima kasih atas kepercayaannya kembali saya memimpin Perpadi Lampung,” ujarnya, Selasa (3/12/24).

Midi Iswanto terpilih secara aklamasi, dan memberikan berbagai komitmen untuk Lampung ke depan, diantaranya kontribusi mewujudkan Swasembada Beras di Lampung, dan melakukan kolaborasi baik dengan pemerintah dan stakeholder lainnya, mengenai kondisi padi dan perberasan di Lampung.

“Tentunya, ini menjadi komitmen Perpadi Lampung, bagaimana berkontribusi dalam mewujudkan Swasembada Beras di Lampung. Tentu kita tidak bisa jalan sendiri, kita butuh dukungan kolaboratif dari berbagai stakeholder. Dari Pemerintah, Dinas, Bulog, juga perbankan, kita sama-sama bergerak untuk Lampung lebih baik lagi,” kata dia.

Ada satu program yang bakal menjadi unggulan Perpadi Lampung yakni warung bersama (waber) yang akan hadir di setiap Desa di Provinsi Lampung.
Waber ini akan menjual beras Perpadi sehingga memudahkan masyarakat untuk membeli beras, mengatasi kelangkaan beras dan menjaga stabilitas harga beras di Lampung.

Selain itu, dijadwalkan juga akan diberikan penghargaan Perpadi Lampung Award 2024 untuk para tokoh penting di Provinsi Lampung yang sudah berdedikasi peduli terhadap pertanian di Lampung. Mulai dari kepala daerah, akademisi, birokrat dan tokoh Lampung lainnya yang peduli terhadap pertanian di Lampung.

BACA JUGA :   Kostiana Sosialisasi Perda Perlindungan Anak

Diketahui, Dukung swasembada beras di Lampung, Perkumpulan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) bakal buka satu waroung beras bersama (Waber) di setiap desa yang ada di Sai Bumi Ruwa Jurai ini.

Hal itu terungkap usai giat pelantikan pengurus DPC Perpadi 15 kabupaten/kota se Lampung, di Hotel Emersia, Selasa 3 Desember 2024.

Ketua DPD Perpadi Lampung Midi Iswanto menjelaskan, Waber ini akan dimaksimalkan di setiap desa satu unit.
Dimana, nantinya akan mempermudah jangkauan distribusi sampai ke tingkat masyarakat dengan kualitas yang baik.
“Tentu nanti di waber akan disediakan beras perpadi. Jadi bisa mempermudah akses masyarakat untuk membeli beras dan bisa membantu mengantisipasi atau paling tidak memininalisir kelangkaan beras,” ujar Midi Iswanto.

Tidak hanya itu, kelangkaan beras juga tentu berefek ke berbagai hal, salahsatunya harga beras.

“Jadi, keberadaan waber ini juga bisa menjadi salahsatu faktor penguat penjaga stabilitas harga beras di Lampung,” ujarnya.

Dalam giat itu juga, DPD Perpadi memberikan award kepada berbagai sosok yang perduli dengan swasembada beras di Provinsi Lampung.

Diantaranya Pj. Gubernur Lampung Samsudin, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, Eks Pj. Bupati Tulang Bawang Qudrotul Ikhwan, dan beberapa sosok lainnya.

Di hari yang sama, digelar seminar perberasan dengan tema “Bersama Stakeholder Perpadi akan Mewujudkan Swasembada Beras di Provinsi Lampung”.

Dalam seminar menghadirkan berbagai narasumber, diantaranya: Ketua Umum DPP Perpadi Sutarto Alimoeso, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas)/National Food Agency (NFA), Arief Prasetyo Adi, dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Ombudsman RI, Bulog, Dinas Pertanian, Biro Perekonomian, dan Bank BRI.

Kemudian dilanjutkan dengan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Perpadi Lampung.
Dimana, Midi Iswanto kembali terpilih sebagai Ketua DPD Perpadi Lampung, periode 2024-2029.

BACA JUGA :   Ketua DPRD dan Gubernur Lampung Bahas Kesiapan Angkutan Lebaran 2026

Dalam kesempatan itu, Midi mengaku akan berupaya melakukan action menjaga swasembada beras yang juga merupakan salahsatu sub program dari Presiden Prabowo Subianto.
“Tentunya salahsatunya dengan program-program unggulan yang sudah kita buat,” ujarnya.

Ke depannya, sambung Midi, action ini bisa optimal dilakukan dengan upaya kolaboratif dari berbagai stakeholder.
Mulai dari Pemda baik Provinsi dan 15 kabupaten/kota, Bulog, KPPU, perbankan, hingga stakeholder lainnya.

“Tentu Perpadi berkomitmen kontribusi mendorong swasembada beras dan siap perkuat sinergi dengan stakeholder untuk juga mendukung program Presiden Prabowo,” ujarnya.

Diketahui acara dihadiri langsung Pj. Gubernur Samsudin yang meraih penghargaan sebagai Tokoh Peduli Pertanian Lampung.

Dalam sambutannya, Pj. Gubernur Samsudin menyampaikan bahwa Provinsi Lampung dikenal dengan salah satu lumbung pangan nasional.
Namun, keberhasilan ini harus kita tingkatkan dengan memperkuat tata kelola perberasan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memastikan ketersediaan serta keterjangkauan beras bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Lampung memiliki kekuatan swasembada pangan, bahkan menjadi penghasil beras nasional terbaik. Untuk itu yang perlu ditingkatkan lebih baik kedepan di Lampung, bagaimana menjadikan pertanian ini lebih modern dan lebih efisien. Bagaimana pemanfaatan moderenisasi penggilingan padi, modernisasi menanam padi, bahkan modernisasi panennya juga. Sehingga efisien terjadi dan modernisasi juga akan terjadi,” ujar Samsudin.

Samsudin juga menyoroti jual beli gabah yang ada di lapangan oleh salah satu pengusaha besar, itu juga harus disikapi dengan saksama oleh Provinsi Lampung, agar supaya mengutungkan bagi para petani dan juga menguntungkan bagi para penggiling-penggiling beras yang ada di masyarakat.
Samsudin juga mengapresiasi peluncuran Program Waber, yaitu Gerakan Satu Desa Satu Warung Beras Bersama, adalah langkah konkret yang sangat relevan dan inovatif.

BACA JUGA :   Jihan: Sinergi Relawan dan Program Unggulan Jadi Kunci Kemajuan Tanggamus

“Program ini tidak hanya memperkuat distribusi dan akses beras di tingkat desa, tetapi juga memberikan peluang bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat desa,” jelasnya.

Samsudin mengajak semua pihak untuk berkolaborasi. Para petani, pelaku usaha, akademisi, hingga pemerintah harus saling bersinergi untuk menciptakan ekosistem pangan yang adil, berkelanjutan, dan berpihak pada kesejahteraan rakyat. (Kn/*)

Facebook Comments